7 Mei 2016

Stasi Parang

Stasi Parang

Stasi ini dirintis oleh Bpk. Armomiarjo melalui pewartaannya tentang agama katolik. Kemudian juga datang Bpk. Suko yang membantu beliau mengajar agama. Pada diberikan oleh Rm. Lugano, Pr. Untuk menggunakan rumah Bpk. Atmo sampai akhirnya didirikan sebuah gereja di tanah pemberian Bpk. Atmo.

Stasi yang letaknya searah dengan stasi Sirahkencong dan berjarak 16 Km ini sekarang diketuai oleh Bpk. Lukas Sugianto Meseni dan jumlah anggotannya adalah 24 KK. Dan sekarang dipimpin oleh Bpk. Yohanes Mujiono.

Stasi Tegalasri

Stasi Tegalasri

Stasi ini dirintis pada tahun 1935 oleh seseorang bernama Delkuai yang berkembangsaan Belanda. Pada waktu itu juga didirikan gereja dan sekolah Katolik tepatnya di dusun Sanggrahan. Namun semua itu harus bumi hangus karena adanya Agresi Militer Belanda II.
Pada tahun 1960 Rm. Lugano, Pr. datang dan merintis kembali umat yang akhirnya bisa mencapai 150 jiwa bahkan setelah peristiwa G – 30 S PKI jumlahnya meningkat menjadi 200 jiwa. Mengingat jumlah umat yang terus bertambah ini maka pada tahun 1968 didirikan sebuah gereja dengan nama Kristus Noto.

Untuk bisa sampai di stasi yang berjarak 5 Km ini dibutuhkan waktu kira – kira seperampat jam perjalanan. Dan stasi yang sekarang diketuai oleh Bpk. F. Hadi Suyanto ini anggotanya mencapai 353 jiwa. Dan sekarang dipimpin oleh Bpk. Yohanes Subaktio.

Stasi Genjong

Stasi Genjong

Stasi ini dahulu dirintis oleh Rm. Bastian CM bersama dengan seorang katekis bernama Bpk. Dwijo Subroto dari Jogja dan Bpk. Siwo dari Muntilan. Gereja di stasi Genjong sendiri sebenarnya termasuk gereja tertua sebab sudah ada lebih dulu sebelum gereja yang ada di Wlingi.

Stasi ini terletak 15 Km dari kota Wlingi, tepatnya di lereng sebelah selatan dari gunung Kawi yang kaya dengan kebun kopinya. Untuk mencapai stasi ini dibutuhkan kurang lebih 1 jam perjalanan dari Wlingi. Stasi yang sekarang diketuai oleh Bpk Fx. Sugiono ini anggotanya mencapai 15 KK. Dan sekarang dipimpin oleh Bpk. A.Yatiman.